Sunday, January 1, 2017

2017: Dengan Asmaul Husna, Raihana Melangkah

Bismillah.

"Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengurniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.
Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Asmaaul Husna. Bertasbih kepada-Nya apa yang di langit dan bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."
Al-Hasyr 59:23-24
----

Saya kira artikel yang berhasil disiarkan di website QuranicGen (Asmaul Husna Pemangkin Motivasi), dan artikel yang berjaya dihantar ke BH (walaupun tak tahu publish ke tak huhu) antara hal yang baik tentang 2016 untuk diingati, mungkin sebagai gear 2 dalam bidang penulisan. Setelah menyertai Bengkel Penulisan Akhbar pada Mac 2016 dan menyertai team QuranicGen Content di penghujung Oktober 2016 (kira gear 1 la ni kan).

:sAnd yes, today is already 2017.
Biasanya saya ada kecenderungan untuk rasa teruk bila hujung tahun, memikirkan betapa kurang produktifnya saya, betapa minimumnya hasil pembelajaran dan kerja seorang Raihana, dan banyak juga hasrat yang masih belum terealisasi. 
Tapi, mengenangkan pesan murabbi untuk embrace setiap pencapaian kita, besar ataupun kecil, saya cubalah mencari juga kelipan bintang dari 2016, sebagai sinar di permulaan 2017 ini.
Alhamdulillah Allah dengan segala sifat baik-Nya telah berkenan memilih saya untuk hidup lagi hari ini, hari pertama 2017. Tentu saja Allah sudah mengatur warna warni jatuh bangun dalam perjalanan saya untuk tahun ini; Kalau memang Allah sudah merancang, mengapa pula saya perlu culas dalam perancangan saya? Kalau memang Allah memberi peluang, mengapa tidak saya garap dan genggam terus peluang ini, lalu beraksi? Kalau Allah memang masih mengizinkan saya berada di atas jalan yang sedang saya berada sekarang (dalam apa-apa jua bidang), apa lagi alasan saya untuk tidak cemerlang berprestasi?
Dengan asmaul husna, teruslah menyubur motivasi. Dengan himmah yang tinggi, raihlah kemuliaan. Ke arah menghayati (menghidupkan) makna kehidupan, untuk kehidupan yang lebih bermakna.

Plan your work, work your plan.
Learn from 2016 and years back, cherish 2017 (and road to 2020).

Sunday, November 27, 2016

Reminder #Memahabesarkan Asma-Nya!

Bismillah. Didedikasikan buat diri sendiri.

1. Jika kau sangka fizikal dan mentalmu penat, ketahuilah hakikatnya yang penat itu jiwa dan rasamu. Jika kau fikir kekuatan dari Allah itu perlu untuk  kau hadapi kepenatanmu, ketahuilah sebenarnya yang kau butuh  ialah kekuatan hubungan dan interaksimu dengan Sang Rabb itu. Teruskan berdoa, memahabesarkan-Nya, mengadu dan memohonlah, merintihlah dengan rendah hati dan pengharapan yang tinggi!


2. Jika kau sangka kudrat dan kemampuanmu yang menyebabkan kau boleh berjalan maju menyelesaikan  wajibatmu, ingatlah bahawasanya kudratmu sangat sedikit dan penuh limitasi- dan tak mungkin kau bisa melangkah tanpa izin dan perkenan Dia. Namun, berbekalkan keyakinan yang padu; Dia Maha Perkasa Maha Tahu Maha Mengatur Maha Mampu, teruskan berbuat dengan rendah hati tanpa mengeluh lagi. Usah disesakkan fikiranmu tentang natijah setiap tindakanmu itu. Just plan your work and work that plan. Let Allah take care of the rest then! 

3. Jika kau rasa lelah bekerja tanpa tujuan, tampak seperti tiada sinar di hadapan, ingatkanlah dirimu; Allah Maha Tahu Maha Mensyukuri Maha Meraikan. Sekecil-kecil amalmu akan dihitung dan diganjari, demikian juga dosa yang turut dikira dan dihisab nanti. Ikhlaskan hati dalam perjalanan mujahadah ini, moga kesungguhan berbuat ihsan dan kegigihan menahan diri dari kemaksiatan itu Allah angkat nilainya. In shaa Allah. Janji Allah itu pasti, yang kau perlu tanyakan pada dirimu hanyalah- apakah kau sudah menjadi rijalun sodaqu yang menepati kata dan janjimu suatu ketika dahulu?


 اللهم أنت ربي لا إله إلا أنت، خلقتني وأنا عبدك وأنا على عهدك ووعدك ما استطعت، أعوذ بك من شر ما صنعت، أبوء لك بنعمتك علي وأبوء بذنبي، فاغفر لي فإنه لا يغفر الذنوب إلا أنت

Friday, September 16, 2016

"In denial" Reflection.

Lesson Learnt from 2015:

Bismillah.
Salam.

On New Year's eve, we had our last usrah for 2015. The usrah which was supposed to take place on Monday was postponed to Thursday because we had exam. (Oh, my next paper is tomorrow, by the way). That night, we didn't discuss on bahan usrah, but we did qadaya - a discussion and sharing session to reflect on ourselves; personal self, study, our involvement in tarbiyah & da'wah, etc.

Then, my murabbiah stated something about readiness
that has made me realized a thing.

That I was always in denial.
I did not prepare myself to face what I had to face.
I did not prepare myself to do what I had to do.

Thus the slow progression and low motivation.

Well, it's a good thing there's a progress though.


At the end of the usrah, I reflected a lot on what I have experienced throughout the whole 2015. From January to December.

In just one year, I have experienced a lot of things, met many people and took many responsibilities.

Yup, responsibilities.

But I was in denial. I did not accept them, but I took them.
In which I now realized, it was wrong.

I knew 'La yukallifullahu nafsan illa wus'aha'
but I didn't really live the ayat.

Therefore, from now on, I should change.

Dear Aliya,
Learn to accept what is given to you. Learn to accept the choices you have made. Learn to accept, and take action.

In accepting, preparation is needed.
Mind setting is crucial.
With sufficient preparation and appropriate mind setting, insya-Allah, you can carry out anything properly.

Being in denial, saying "I'm not that kind of person" "I can never be a good ____" will only limit your chances to grow.
Now you have become that kind of person. You have been chosen to do ____. So take action!

Accept your roles, realize that now you have roles to fulfill - old ones and new ones.
and live.

Huhu.

Changing ain't easy.
Accepting ain't easy.

But insya-Allah, if try our best, Allah will help us.

Alhamdulillah for the realization that night.
Alhamdulillah for the enlightment.


I denied many things in 2015.
I hope I can be ready and accept good things in 2016.


May the days to come bring better experience to shape us to be a better humanbeing,
which have two main roles to fulfill - as His 'abd and as caliph
and other additional minor roles as well.

May Allah be with us all the time, to light our ways and show us the right path.
May our hearts always be humble, towards Allah and towards His creations.



-------

A blogpost from Kak Aliya Khairuddin.


T______T

I'm the one who is in denial, i believe.
I'm a medical student, that's what I should realize.
I'm a dakwah activist, that's what I should bear in mind.
I'm a servant to Allah the almighty, that's what I should never ever forget.

Still in denial, Raihana?
...