Friday, September 16, 2016

"In denial" Reflection.

Lesson Learnt from 2015:

Bismillah.
Salam.

On New Year's eve, we had our last usrah for 2015. The usrah which was supposed to take place on Monday was postponed to Thursday because we had exam. (Oh, my next paper is tomorrow, by the way). That night, we didn't discuss on bahan usrah, but we did qadaya - a discussion and sharing session to reflect on ourselves; personal self, study, our involvement in tarbiyah & da'wah, etc.

Then, my murabbiah stated something about readiness
that has made me realized a thing.

That I was always in denial.
I did not prepare myself to face what I had to face.
I did not prepare myself to do what I had to do.

Thus the slow progression and low motivation.

Well, it's a good thing there's a progress though.


At the end of the usrah, I reflected a lot on what I have experienced throughout the whole 2015. From January to December.

In just one year, I have experienced a lot of things, met many people and took many responsibilities.

Yup, responsibilities.

But I was in denial. I did not accept them, but I took them.
In which I now realized, it was wrong.

I knew 'La yukallifullahu nafsan illa wus'aha'
but I didn't really live the ayat.

Therefore, from now on, I should change.

Dear Aliya,
Learn to accept what is given to you. Learn to accept the choices you have made. Learn to accept, and take action.

In accepting, preparation is needed.
Mind setting is crucial.
With sufficient preparation and appropriate mind setting, insya-Allah, you can carry out anything properly.

Being in denial, saying "I'm not that kind of person" "I can never be a good ____" will only limit your chances to grow.
Now you have become that kind of person. You have been chosen to do ____. So take action!

Accept your roles, realize that now you have roles to fulfill - old ones and new ones.
and live.

Huhu.

Changing ain't easy.
Accepting ain't easy.

But insya-Allah, if try our best, Allah will help us.

Alhamdulillah for the realization that night.
Alhamdulillah for the enlightment.


I denied many things in 2015.
I hope I can be ready and accept good things in 2016.


May the days to come bring better experience to shape us to be a better humanbeing,
which have two main roles to fulfill - as His 'abd and as caliph
and other additional minor roles as well.

May Allah be with us all the time, to light our ways and show us the right path.
May our hearts always be humble, towards Allah and towards His creations.



-------

A blogpost from Kak Aliya Khairuddin.


T______T

I'm the one who is in denial, i believe.
I'm a medical student, that's what I should realize.
I'm a dakwah activist, that's what I should bear in mind.
I'm a servant to Allah the almighty, that's what I should never ever forget.

Still in denial, Raihana?
...

Thursday, September 15, 2016

Eidul Adha 1437H

Eidul Adha Mubaarak :)

Barangkali bukan kecil atau besar nilai sebuah pengorbanan itu yang menjadi persoalan, tetapi adakah kita telah termasuk dalam golongan mereka yang telah keluar dari zon selesa dan berkorban?

Berkorbanlah, dengan rasa ringan mahupun berat.
Berkorbanlah, meski kelemahan acapkali membelenggu dan kegalauan hati seringkali menghambat.
Berkorbanlah, walau itu menuntut kita untuk membelakangi kecenderungan, kegemaran, kecintaan dan kesukaan kita.
Berkorbanlah, kerana itu bisa menjadi manifestasi cinta, kesyukuran dan taqwa kita kepada Dia.

Bangkitlah dari tidur atau berhibur, berkorbanlah tanpa berundur :)

Semoga Allah berkenan memilih kita sebagai hamba-Nya yang bertadhiyah dengah ikhlas, bermujahadah melawan malas 💪💪

---

A very good food for thoughts:
What are we celebrating? by Nouman Ali Khan.

Quoting a part of an email from Nouman Ali Khan on Eid Reflections;
We will be tested in life. Some of those tests will be ones that bring us discomfort and pain and others will involve pain coming to those we love. We celebrate that Allah hasn't given us the kind of tests He gave our father Ibrahim (AS) and that if Allah can assist him through those impossible tasks, rest assured He will see each of us through our own trials. 


If you sacrifice to make Allah's happiness above everything, He will guide you to survive everything.and If you feel like Allah is testing you, just remember that Allah will always be there for you, watching you, listening to you, and yet providing you a great support, guidance and solution :)


Regards, 
Raihana Zakaria 💞

Wednesday, August 31, 2016

Erti Merdeka dari Al-Mathurat


Bismillah.

Mathurat di pagi hari kemerdekaan ke-59 seakan memberi kesegaran buat diri aku yang asyik lupa dan tidak sedar diri.

“Sesungguhnya kami hayati pagi ini dengan (kesedaran bahawa) kerajaan sekalian alam ini seluruhnya adalah milik Allah. Dan segala puji bagi Allah, tiada sekutu bagi-Nya, tiada Tuhan selain Dia dan kepada-Nya kami akan dibangkitkan.”

1. Lafaz yang mengingatkan, betapa kemerdekaan ini seluruhnya adalah milik Allah, yang meperkenankan tanah air ini untuk terus menikmati keamanan dan kesejahteraan lahiriah ini. Dan aku kira tanah dan bangsa ini akan terus merdeka, sekiranya kita benar-benar mengimani bahawa tiada sekutu bagi-Nya, tiada Tuhan selain Dia- hakikat inilah yang akan membebaskan dan memerdekakan kita dari belenggu dan keterikatan kepada anasir yang tidak sepatutnya. Kita ingin terus merdeka.

“Kami hayati pagi ini dalam fitrah Islam, dan kalimat ikhlas dan dalam agama Nabi kami, Muhammad S.A.W, dan dalam millat (ajaran) bapa kami Ibrahim yang hanif (lurus) sedang dia bukan seorang musyrik.”

2. Wirid yang menyedarkan, harga sebuah kemerdekaan itu bukan sekadar diukur pada tempoh bebas dari penjajah, tetapi lebih besar nilainya kala diri kita memberikan penyerahan total kepada Allah satu-satuNya, terus hidup dan membangunkan diri dengan nilai Islam itu sendiri.

“Allahumma, pagi ini kami kecapi nikmat-Mu, afiat (keselamatan dari mara bencana), dan terjaganya rahsia-rahsia (dosa-dosa) kami, maka sempurnakan nikmat-Mu, afiat-Mu dan penjagaan-Mu itu atasku, di dunia dan akhirat.”

3. Seperti sebuah rintihan dan permintaan dari hamba yang naif tak punya apa, mendambakan perlindungan dan perkenan Sang Raja untuk menyempurnakan nikmat kemerdekaan ini. Kemerdekaan bumi Malaysia ini dari cengkaman penjajah, biarlah dilengkapkan dengan kemerdekaan rakyatnya dari cengkaman globalisasi, cengkaman hedonisme, cengkaman budaya dan idealisme yang jauh terpesong dari fitrah Islam yang sebenar.

“Allahumma, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan selain Engkau; Engkau yang menciptakan dan aku adalah abdi-Mu, dan aku berada dalam perjanjian dengan-Mu, ikrar kepada-Mu, (yang akan aku laksanakan dengan) segala kemampuanku; dan aku berlindung pada-Mu, dari kejahatan apa-apa yang telah aku lakukan, aku mengakui (dengan sebenar-benarnya) nikmat-Mu kepadaku; dan aku mengakui dosaku, maka ampunilah aku, kerana tidak ada yang boleh mengampuni dosa-dosa, kecuali Engkau.”

4. Allahu. Kalimat taubat yang paling agung, yang sentiasa relevan diungkapkan. Seakan mentajdid (memperbaharui) janji perhambaan kita pada Allah sahaja. Hakikat yang tidak boleh dilekakan, selama mana pun negara kita merdeka, KITA INI MASIH DAN SENTIASA MENJADI HAMBA ALLAH Sang Penguasa, kita masih terikat dengan polisi dan peraturan-Nya.

Kalimat taubat ini dan lafaz istighfar sewajarnya terus meniti di bibir kita, agar kita bisa tergolong dalam golongan at-tawwabin dan al-mustaghfirin (orang-orang bertaubat dan beristighfar), pengisi kemerdekaan abad ini. Bukti kesedaran dan kesediaan kita untuk terus tunduk kepada Allah yang memiliki kita, sementara menjadi peraih kemerdekaan, zahirnya.

Akhirnya,

“Aku telah rela dengan Allah sebagai Tuhanku, dan dengan Islam sebagai agamaku (cara hidupku), dan dengan Muhammad sebagai nabi dan rasulku.”

5. Hayatilah, dan hidupkanlah erti lafaz ini dengan ikhlas- dengan rasa berat atau ringan, relakanlah. Agar akhirnya nanti kita benar-benar merdeka, dan bebas dari unsur-unsur dan hal-hal yang buat kita terpenjara.

#kauakukitamerdeka
#merdekadenganharmoni

---

Tulus ikhlas,
Peringatan dari Raihana kepada Raihana,
Juga buat semua.

SELAMAT MENYAMBUT HARI KEMERDEKAAN KE-59,
Malaysia #sehatisejiwa
Malaysia Menuju Negara Rahmah #MMNR